Liga Internasional,- Paris Saint-Germain kembali membuktikan bahwa mereka masih menjadi salah satu kekuatan paling dominan di sepak bola Eropa. Les Parisiens sukses mempertahankan gelar Piala Super Eropa 2026 setelah mengalahkan Aston Villa dengan skor tipis 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Red Bull Arena, Salzburg, Austria, Kamis (13/8/2026) dini hari WIB.
Kemenangan tersebut tidak hanya memberikan tambahan satu trofi bagi PSG, tetapi juga memperpanjang tradisi kemenangan mereka di panggung Eropa. PSG datang ke Salzburg sebagai juara bertahan dan kembali menunjukkan mentalitas juara ketika mendapat perlawanan keras dari Aston Villa.
Gol Khvicha Kvaratskhelia pada menit ke-20 dan gol penentu Désiré Doué pada menit ke-61 menjadi pembeda dalam laga ini. Aston Villa sempat memberikan kejutan melalui gol pemain mudanya, Brian Madjo, menjelang turun minum. Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka sebelum PSG akhirnya menemukan jalan menuju kemenangan.
PSG Langsung Menekan Sejak Awal Pertandingan
Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berjalan dengan tempo cukup tinggi. PSG tampil dengan karakter permainan yang agresif dan berusaha menguasai jalannya pertandingan.
Sebagai tim yang datang dengan status juara Liga Champions sekaligus pemegang trofi Piala Super Eropa sebelumnya, PSG tidak ingin memberikan kesempatan kepada Aston Villa untuk mengembangkan permainan.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-20. Khvicha Kvaratskhelia berhasil membuka keunggulan PSG melalui penyelesaian yang membuat Aston Villa harus tertinggal lebih dulu.
Gol tersebut semakin meningkatkan kepercayaan diri para pemain PSG. Les Parisiens mencoba mempertahankan kontrol permainan dan terus mencari peluang untuk menggandakan keunggulan.
Namun, Aston Villa tidak datang ke Salzburg hanya untuk menjadi pelengkap. Tim asal Inggris tersebut berstatus sebagai wakil juara Liga Europa dan menunjukkan keberanian untuk menghadapi PSG secara terbuka.
Perlahan tetapi pasti, Villa mulai memberikan tekanan balik. Pertandingan yang semula lebih banyak berada dalam kendali PSG pun berubah menjadi duel yang semakin menarik.
Brian Madjo Bikin Aston Villa Bangkit
Saat PSG terlihat berpeluang membawa keunggulan 1-0 hingga turun minum, Aston Villa justru memberikan kejutan.
Brian Madjo, pemain muda berusia 17 tahun yang menjalani debut kompetitifnya bersama Aston Villa, sukses mencetak gol penyama kedudukan melalui sebuah penyelesaian voli.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan membuat Aston Villa kembali memiliki harapan besar untuk menciptakan kejutan.
Momen Madjo menjadi salah satu cerita paling menarik dari final ini. Berdasarkan laporan pertandingan, gol tersebut juga membuatnya mencatat sejarah sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Piala Super Eropa.
Bagi seorang pemain muda, mencetak gol dalam laga debut pada pertandingan sebesar Piala Super Eropa tentu menjadi pencapaian yang luar biasa. Madjo tidak hanya membantu timnya bangkit, tetapi juga menunjukkan bahwa Aston Villa memiliki pemain muda yang berani tampil di bawah tekanan.
Gol itu sekaligus membuktikan bahwa Aston Villa benar-benar mampu memberikan perlawanan kepada PSG. Setelah menyamakan skor, pasukan Unai Emery memasuki babak kedua dengan keyakinan yang lebih besar.
PSG pun dipaksa bekerja lebih keras untuk mengamankan trofi yang ingin mereka pertahankan.
Gol Doué Sempat Dianulir, VAR Justru Mengubah Segalanya
Memasuki babak kedua, PSG kembali meningkatkan intensitas serangan. Mereka sadar Aston Villa bukan lawan yang bisa dikalahkan hanya dengan mengandalkan keunggulan kualitas individu.
Momen penentuan akhirnya datang pada menit ke-61 ketika Désiré Doué berhasil membobol gawang Aston Villa setelah menerima umpan dari Ousmane Dembélé.
Namun, drama langsung terjadi.
Gol Doué pada awalnya dianulir karena sang pemain dianggap berada dalam posisi offside. Aston Villa sempat mendapat kelegaan, sementara PSG harus menunggu keputusan berikutnya.
Wasit kemudian melakukan pemeriksaan melalui teknologi Video Assistant Referee atau VAR. Setelah meninjau ulang situasi tersebut, gol akhirnya disahkan karena Doué dinilai masih berada dalam posisi onside.
Keputusan VAR itu menjadi titik balik pertandingan.
PSG kembali unggul 2-1 dan Aston Villa harus kembali mengejar ketertinggalan. Bagi Doué, gol tersebut menjadi salah satu momen paling penting dalam pertandingan karena membawa PSG kembali berada di jalur juara.
Aston Villa Berjuang Sampai Peluit Akhir
Meski tertinggal, Aston Villa tidak menyerah begitu saja. Tim besutan Unai Emery terus berusaha mencari gol penyama kedudukan.
Villa bahkan memiliki beberapa momen yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan. PSG harus bekerja keras dalam bertahan untuk memastikan keunggulan 2-1 tetap bertahan.
Salah satu momen penting terjadi ketika Warren Zaïre-Emery melakukan blok krusial untuk menggagalkan peluang Aston Villa. Di masa akhir pertandingan, Villa juga masih memiliki kesempatan melalui peluang yang gagal dimanfaatkan.
Usaha keras Aston Villa menunjukkan bahwa mereka tidak kalah secara mental dari PSG. Mereka terus berjuang hingga menit terakhir dan membuat sang juara bertahan tidak pernah benar-benar merasa aman.
Sayangnya, gol penyama kedudukan yang dinantikan Aston Villa tidak kunjung datang. Hingga pertandingan berakhir, skor 2-1 untuk PSG tetap bertahan.
Aston Villa pun harus mengubur impian meraih trofi Piala Super Eropa. Kekalahan ini juga menjadi kekalahan keempat Unai Emery dalam pertandingan Piala Super Eropa sepanjang karier kepelatihannya. Meski demikian, performa timnya di Salzburg tetap memberikan sejumlah catatan positif menjelang perjalanan mereka di musim baru.
PSG Resmi Pertahankan Gelar
Peluit panjang akhirnya memastikan PSG sebagai pemenang Piala Super Eropa 2026. Kemenangan ini membuat Les Parisiens sukses mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi 2025.
Pada edisi sebelumnya, PSG meraih trofi setelah mengalahkan Tottenham Hotspur melalui adu penalti. Kali ini, mereka mampu menyelesaikan pertandingan dalam waktu normal dengan kemenangan 2-1 atas Aston Villa.
Keberhasilan mempertahankan gelar menjadi bukti konsistensi PSG di kompetisi Eropa. Mereka kembali mampu tampil efektif dalam pertandingan besar dan menunjukkan ketenangan ketika menghadapi tekanan.
Berdasarkan catatan hasil kompetisi, PSG kini menjadi salah satu klub yang mampu mempertahankan gelar Piala Super Eropa secara beruntun, menyamai pencapaian klub-klub elite seperti AC Milan dan Real Madrid.
Kemenangan yang Perkuat Mental Juara PSG
Trofi ini memiliki arti lebih dari sekadar tambahan koleksi gelar. Kemenangan atas Aston Villa kembali menegaskan bahwa PSG memiliki mentalitas untuk memenangkan pertandingan-pertandingan besar.
Pasukan Luis Enrique memang tidak menjalani laga dengan mudah. Aston Villa mampu menyamakan kedudukan, memberi tekanan, dan terus menciptakan ancaman hingga akhir laga.
Namun, PSG mampu merespons situasi tersebut.
Mereka kembali unggul melalui Doué dan kemudian mempertahankan keunggulan sampai pertandingan selesai. Kemampuan menghadapi momentum sulit seperti inilah yang menjadi salah satu ciri tim juara.
Kemenangan di Salzburg juga memberikan awal yang positif bagi ambisi PSG pada musim 2026/2027. Dengan skuad yang masih memiliki banyak pemain berkualitas dan sejumlah talenta muda, Les Parisiens tentu ingin melanjutkan kebiasaan mengangkat trofi.
Luis Enrique pun menambah koleksi trofinya bersama PSG sejak menangani klub tersebut pada 2023. Keberhasilan mempertahankan Piala Super Eropa menjadi salah satu bukti keberlanjutan proyek yang dibangunnya di Paris.
Aston Villa Pulang Tanpa Trofi, tetapi Tetap Membanggakan
Di sisi lain, kekalahan memang menjadi hasil yang menyakitkan bagi Aston Villa. Mereka sudah berjuang keras untuk memberikan perlawanan kepada salah satu tim terbaik Eropa saat ini.
Gol Brian Madjo, tekanan yang terus dibangun hingga menit akhir, serta keberanian menghadapi PSG menunjukkan bahwa Aston Villa memiliki karakter kompetitif.
Villa gagal mengangkat trofi, tetapi penampilan mereka di final ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Tim asal Birmingham tersebut berhasil membuat PSG bekerja keras dan hampir membawa pertandingan menuju situasi yang lebih dramatis.
Bagi Madjo sendiri, malam di Salzburg akan menjadi momen yang sulit dilupakan. Golnya pada usia 17 tahun menjadi catatan bersejarah meski pada akhirnya Aston Villa harus menerima kekalahan.
PSG Tegaskan Status sebagai Raja Piala Super Eropa 2026
Akhirnya, PSG kembali berdiri sebagai tim terakhir yang tersenyum di Salzburg.
Kvaratskhelia membuka jalan kemenangan, Brian Madjo sempat menghidupkan harapan Aston Villa, lalu Doué memastikan pesta kembali menjadi milik PSG melalui gol yang sempat memicu drama VAR.
Skor akhir PSG 2-1 Aston Villa menjadi bukti bahwa pertandingan ini berlangsung jauh dari kata mudah. Aston Villa memberikan perlawanan sengit, tetapi pengalaman, kualitas, dan ketenangan PSG dalam momen penting membuat mereka kembali menjadi juara.
Dengan keberhasilan ini, PSG sukses mempertahankan mahkota Piala Super Eropa dan menambah satu lagi trofi dalam perjalanan mereka sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa.
Bagi para pendukung Les Parisiens, kemenangan di Red Bull Arena menjadi alasan untuk kembali berpesta. Sementara bagi Aston Villa, kekalahan ini memang menyakitkan, tetapi perjuangan mereka menunjukkan bahwa perjalanan klub tersebut di panggung Eropa masih memiliki banyak potensi.
Hasil Akhir Piala Super Eropa 2026:
Paris Saint-Germain 2-1 Aston Villa
⚽ Khvicha Kvaratskhelia 20′
⚽ Brian Madjo 45′
⚽ Désiré Doué 61′
PSG pun kembali mengangkat trofi. Dua musim beruntun, dua gelar Piala Super Eropa—dan Les Parisiens sekali lagi membuktikan bahwa mereka masih menjadi kekuatan yang sangat sulit ditumbangkan di Eropa.





