piala dunia2026,- Keputusan membatalkan kartu merah penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab dan memantik kritik dari berbagai organisasi, termasuk UEFA
Balogun, yang sebelumnya diusir keluar lapangan saat AS menang di babak 32 besar atas Bosnia-Herzegovina, diturunkan sebagai pemain inti saat AS menghadapi Belgia di babak 16 besar, Selasa (07/07) pagi WIB.
Di sisi lain, UEFA, atau Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa, mengkritik keras keputusan mengejutkan FIFA yang tidak memberlakukan sanksi larangan bertanding otomatis bagi Folarin Balogun.
Pihak UEFA bahkan menyebut langkah tersebut sebagai tindakan yang “belum pernah terjadi sebelumnya, tidak masuk akal, dan tidak dapat dibenarkan.”
UEFA, menyatakan bahwa intervensi yang berujung pada pembatalan sanksi larangan bertanding di sebuah turnamen telah “melewati batas”.
Dari 188 kartu merah yang pernah dikeluarkan sepanjang sejarah Piala Dunia, tercatat hanya ada satu pemain lain yang lolos dari hukuman serupa.
Pemain tersebut adalah bintang Brasil, Garrincha, pada Piala Dunia 1962. Namun, insiden itu terjadi sebelum aturan sanksi otomatis diberlakukan dan kental dengan dugaan intervensi politik.
Pada hari Minggu (05/07), Presiden Trump menyampaikan terima kasih kepada FIFA karena telah “membatalkan ketidakadilan yang besar”.
Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) dalam pernyataan resminya mengaku “terkejut” karena Balogun lolos dari hukuman.
Reaksi keras juga datang dari Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, pada hari Senin.
“Jika sebuah panggilan telepon benar-benar menjadi alasan di balik keputusan yang tidak masuk akal ini, maka hal itu merupakan pelanggaran nyata terhadap aturan paling mendasar dalam sepak bola dan olahraga,” ujarnya.
Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang digantikan oleh Infantino pada 2016 setelah skandal korupsi, turut menuangkan kritiknya melalui akun X. Ia menulis bahwa “sepak bola tidak boleh menjadi arena permainan bagi kekuasaan politik”.
Tak ada penjelasan dari FIFA
Sejauh ini, FIFA belum memberikan alasan atau penjelasan apa pun.
Ada satu pertanyaan utama yang kini ditanyakan banyak orang. Bagaimana bisa?
Berdasarkan kode disiplin FIFA, Balogun seharusnya menerima larangan bermain “setidaknya dua pertandingan karena pelanggaran berat”.
Faktanya, peraturan Piala Dunia tidak mengizinkan tim untuk mengajukan banding terhadap kartu merah.
Pernyataan FIFA tidak memberikan alasan atau penjelasan mengenai penangguhan hukuman Balogun. Mereka hanya mengutip “pasal 27 kode disiplin FIFA”.
Pasal 27 mengizinkan FIFA “untuk menangguhkan pelaksanaan tindakan disipliner secara penuh atau sebagian”.
Ini adalah peraturan yang sangat luas yang memungkinkan FIFA untuk secara efektif membuat keputusan apa pun yang diinginkannya tanpa harus memenuhi kriteria lain. Pasal 27 belum pernah digunakan sebelumnya di Piala Dunia.



