Liga Internasional,- Manchester United kembali harus merasakan pahitnya kehilangan kemenangan yang sudah berada di depan mata. Sempat unggul dua kali atas Everton, Setan Merah akhirnya harus puas membawa pulang satu poin setelah gol spektakuler Ainsley Maitland-Niles pada masa tambahan waktu membuat pertandingan berakhir 2-2.
Bagi Benjamin Sesko, hasil tersebut terasa semakin mengecewakan. Penyerang Manchester United itu sempat tampil sebagai calon pahlawan setelah mencetak gol pada menit ke-88. Sundulannya membuat MU kembali unggul dan seolah-olah mengunci kemenangan di Hill Dickinson Stadium.
Namun, sepak bola memang kerap menghadirkan kejutan hingga peluit panjang berbunyi.
Ketika para pemain Manchester United kemungkinan besar sudah membayangkan tiga poin berada dalam genggaman, Everton justru memberikan pukulan terakhir. Maitland-Niles, yang menjalani debut bersama The Toffees, melepaskan tembakan jarak jauh pada menit ke-96 yang bersarang di gawang MU.
Gol tersebut membuat keunggulan Manchester United kembali sirna.
Sesko Sempat Bawa MU Unggul
Pertandingan Everton kontra Manchester United pada Minggu, 6 September 2026, berlangsung dengan intensitas tinggi. MU dua kali berada dalam posisi unggul, tetapi dua kali pula Everton mampu memberikan respons.
Bryan Mbeumo membuka keunggulan Manchester United pada babak kedua melalui aksi individunya. Everton kemudian berhasil menyamakan kedudukan lewat Tyrique George pada menit ke-83.
Situasi tersebut membuat pertandingan semakin terbuka.
Manchester United kemudian kembali mendapatkan momentum. Hanya beberapa menit setelah Everton mencetak gol penyama, Benjamin Sesko muncul di waktu yang tepat.
Penyerang asal Slovenia tersebut menyambut umpan Luke Shaw dan mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-88. Gol itu membuat Manchester United kembali berada di posisi terdepan dengan skor 2-1.
Sesko pun sempat terlihat merayakan gol tersebut dengan penuh keyakinan. Gol tersebut terasa penting karena MU membutuhkan kemenangan setelah sebelumnya mengalami sejumlah hasil yang belum konsisten.
Namun, keunggulan itu ternyata hanya bertahan beberapa menit.
Maitland-Niles Menghancurkan Harapan MU
Drama sebenarnya baru dimulai pada masa tambahan waktu.
Everton terus memberikan tekanan dan berusaha memanfaatkan celah di lini belakang Manchester United. Tim asuhan David Moyes tersebut tidak menyerah meski waktu pertandingan semakin menipis.
Pada akhirnya, Ainsley Maitland-Niles menjadi sosok yang mencuri perhatian.
Pemain yang baru bergabung dengan Everton dari Lyon pada hari terakhir bursa transfer tersebut masuk sebagai pemain pengganti. Debutnya bahkan langsung berubah menjadi momen yang sulit dilupakan.
Pada menit ke-96, bola jatuh ke arah Maitland-Niles. Tanpa membuang waktu, ia langsung melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 30 meter.
Bola meluncur deras menuju pojok atas gawang Manchester United dan tidak mampu dihentikan Senne Lammens.
Stadion Hill Dickinson pun bergemuruh.
Gol tersebut sekaligus memastikan Everton mendapatkan hasil imbang 2-2. Bagi Maitland-Niles, itu merupakan debut yang luar biasa. Bagi Manchester United, gol tersebut menjadi pukulan telak karena kemenangan yang sudah hampir pasti berubah menjadi hasil imbang.
Perasaan Sesko Campur Aduk
Situasi tersebut tentu membuat perasaan Benjamin Sesko sulit untuk digambarkan.
Di satu sisi, pemain berusia 23 tahun itu berhasil memberikan kontribusi penting dengan mencetak gol. Sundulannya pada menit ke-88 bahkan sempat membuat Manchester United berada di ambang kemenangan.
Namun, hanya beberapa menit kemudian, gol tersebut kehilangan makna maksimal karena Everton kembali menyamakan skor.
Sesko bukan satu-satunya pemain MU yang kecewa. Seluruh skuad Manchester United harus menerima kenyataan bahwa mereka kembali gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Manchester United bahkan sudah dua kali memimpin dalam laga tersebut. Namun, Everton selalu menemukan cara untuk kembali bangkit.
Bagi seorang penyerang, mencetak gol seharusnya menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam pertandingan. Tetapi dalam kasus Sesko, gol tersebut justru berakhir dengan perasaan campur aduk.
Ia berhasil menjalankan tugasnya sebagai striker, tetapi timnya tidak mampu mempertahankan keunggulan.
Masalah Lama Manchester United Kembali Terlihat
Hasil imbang tersebut juga kembali menyoroti persoalan Manchester United dalam menjaga keunggulan.
Setan Merah sebenarnya menunjukkan kualitas menyerang yang cukup baik. Mereka mampu menciptakan sejumlah peluang dan dua kali berhasil mencetak gol ketika pertandingan memasuki fase penting.
Namun, persoalan muncul ketika MU harus mempertahankan keunggulan.
Manchester United kembali kebobolan pada menit-menit akhir. Reuters mencatat gol Maitland-Niles tercipta dari jarak sekitar 35 yard dan menjadi pukulan telak bagi tim asuhan Michael Carrick.
Bahkan, statistik pertandingan menunjukkan MU telah kebobolan dua gol dalam setiap pertandingan liga mereka pada awal musim ini. Catatan tersebut tentu menjadi perhatian serius bagi Carrick.
Pelatih Manchester United itu sebelumnya berharap timnya dapat membangun konsistensi. Akan tetapi, hasil di markas Everton menunjukkan bahwa pekerjaan rumah MU masih cukup besar.
Everton Tunjukkan Mentalitas Pantang Menyerah
Di sisi lain, Everton layak mendapatkan apresiasi.
The Toffees tidak menyerah meski dua kali tertinggal. Mereka terus mengejar hingga detik-detik terakhir pertandingan dan akhirnya mendapatkan hadiah berupa gol spektakuler Maitland-Niles.
Hasil imbang tersebut juga membuat Everton mempertahankan catatan belum terkalahkan pada awal musim Premier League 2026/2027. Everton kini mengoleksi lima poin dari tiga pertandingan, sementara Manchester United berada di posisi ke-11 dengan empat poin.
Maitland-Niles pun langsung menjadi sorotan setelah menjalani debut dengan cara yang luar biasa. Ia bukan hanya mencetak gol penyama kedudukan, tetapi juga menyelamatkan Everton dari kekalahan.
Bagi para pendukung Everton, gol tersebut tentu akan menjadi salah satu momen yang sulit dilupakan.
MU Harus Segera Berbenah
Hasil 2-2 ini menjadi peringatan bagi Manchester United.
Mereka memiliki kemampuan untuk mencetak gol dan mengambil kendali pertandingan. Namun, keunggulan tersebut belum cukup jika pertahanan tidak mampu menjaga konsentrasi hingga pertandingan berakhir.
Michael Carrick kini harus mencari solusi secepat mungkin. Apalagi jadwal berat sudah menanti Manchester United.
Kegagalan meraih tiga poin dari pertandingan yang sempat berada dalam genggaman jelas menjadi kerugian besar. MU sebenarnya memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan tandang pertama mereka pada pertandingan tersebut.
Sebaliknya, Everton berhasil menunjukkan bahwa pertandingan belum selesai sebelum wasit meniup peluit panjang.
Bagi Benjamin Sesko, gol menit ke-88 seharusnya menjadi cerita tentang dirinya sebagai pahlawan Manchester United. Namun, tembakan ajaib Maitland-Niles beberapa menit kemudian mengubah seluruh narasi.
Dari calon penentu kemenangan, Sesko harus menerima kenyataan bahwa golnya hanya cukup untuk mengantarkan MU meraih satu poin.
Itulah sisi kejam sepak bola. Sebuah pertandingan bisa berubah hanya dalam hitungan detik.
Dan bagi Manchester United, drama di Hill Dickinson Stadium menjadi pengingat bahwa mempertahankan keunggulan sama pentingnya dengan mencetak gol.






