Trending,- Perjalanan Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam memasuki babak baru yang cukup menarik. Penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut kini harus menghadapi persaingan berat setelah klub raksasa Belanda itu mendatangkan Marc-André ter Stegen dari Barcelona.
Situasi tersebut membuat posisi Paes di bawah mistar kembali berubah. Setelah sempat mendapatkan kesempatan menjadi penjaga gawang utama Ajax pada paruh kedua musim 2025/2026, kiper kelahiran Nijmegen tersebut kini harus bersaing dengan salah satu penjaga gawang paling berpengalaman di Eropa.
Ajax secara resmi mendatangkan Paes dari FC Dallas pada 2 Februari 2026. Pemain berusia 27 tahun itu menandatangani kontrak hingga 30 Juni 2029. Transfer tersebut sekaligus menandai kepulangan Paes ke sepak bola Eropa setelah beberapa musim membangun reputasinya di Major League Soccer bersama FC Dallas.
Namun, perjalanan Paes di Amsterdam tidak langsung berjalan mulus.
Datang sebagai Pelapis, Berubah Jadi Kiper Utama
Ketika pertama kali tiba di Ajax, Paes sebenarnya belum diproyeksikan sebagai pilihan utama. Ia didatangkan untuk menjadi pelapis Vítězslav Jaroš yang saat itu menjadi bagian penting dari komposisi penjaga gawang Ajax.
Situasi kemudian berubah karena Jaroš mengalami cedera yang membuatnya harus menepi. Kesempatan tersebut akhirnya membuka jalan bagi Paes untuk mendapatkan kepercayaan lebih besar.
Paes kemudian mengambil alih posisi utama dan tampil dalam sejumlah pertandingan Eredivisie. Menurut catatan Ajax, ia tercatat bermain delapan pertandingan liga pada musim 2025/2026. Salah satu penampilannya yang paling mendapat perhatian terjadi ketika Ajax menghadapi NEC. Dalam pertandingan tersebut, Paes melakukan tujuh penyelamatan.
Performa tersebut menunjukkan bahwa Paes bukan sekadar pemain yang beruntung mendapatkan tempat akibat cedera rekan setim. Ia mampu memanfaatkan kesempatan dan memberikan kontribusi ketika dipercaya berdiri di bawah mistar.
Bahkan, penampilannya sempat mendapatkan pengakuan dari media statistik pertandingan. Flashscore memasukkan Paes ke dalam Eredivisie Team of the Week setelah performanya menghadapi NEC, dengan rating 7,8.
Kedatangan Ter Stegen Mengubah Persaingan
Memasuki musim 2026/2027, tantangan Paes menjadi jauh lebih berat.
Ajax mendatangkan Marc-André ter Stegen dengan status pinjaman dari Barcelona. Kiper asal Jerman tersebut memiliki pengalaman panjang di level tertinggi bersama Barcelona dan Timnas Jerman.
Ter Stegen bahkan langsung mendapatkan kesempatan tampil sejak awal musim. Pada pertandingan pembuka Eredivisie 2026/2027 melawan PEC Zwolle, mantan penjaga gawang Borussia Mönchengladbach tersebut dipercaya mengawal gawang Ajax. Ajax kemudian memenangkan pertandingan dengan skor 2-0.
Kehadiran Ter Stegen praktis membuat persaingan di posisi penjaga gawang Ajax menjadi semakin sengit.
Bagi Paes, situasi tersebut tentu bukan perkara sederhana. Ia baru saja mendapatkan momentum setelah berhasil mengubah statusnya dari pelapis menjadi kiper utama pada musim sebelumnya.
Kini, ia kembali menghadapi kemungkinan harus lebih sering berada di bangku cadangan.
Namun, justru di sinilah profesionalisme Paes mendapatkan sorotan.
Tidak Menyerah Meski Persaingan Semakin Berat
Menjadi pemain cadangan tentu bukan situasi ideal bagi seorang pesepak bola, terlebih bagi seorang penjaga gawang yang membutuhkan konsistensi pertandingan untuk menjaga ritme permainan.
Namun, Paes memiliki pengalaman menghadapi situasi serupa sepanjang kariernya.
Sebelum berkembang bersama FC Dallas, Paes juga pernah melewati masa-masa sebagai penjaga gawang pelapis di NEC dan FC Utrecht. Kariernya kemudian berkembang secara bertahap hingga ia menjadi salah satu kiper penting FC Dallas.
Bersama klub MLS tersebut, Paes tampil dalam 114 pertandingan liga. FC Dallas bahkan mencatat bahwa Paes meninggalkan klub setelah menjadi salah satu penjaga gawang dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah klub.
Pengalaman panjang tersebut menjadi modal penting ketika ia kembali menghadapi persaingan di Eropa.
Paes tidak perlu membuktikan kualitasnya hanya melalui status sebagai starter. Konsistensi dalam latihan, sikap profesional, serta kesiapan ketika kesempatan datang juga menjadi bagian penting dari perjalanan seorang penjaga gawang.
Ajax Tetap Punya Kepercayaan kepada Paes
Salah satu hal yang menunjukkan pentingnya Paes bagi Ajax adalah durasi kontraknya.
Ajax memberikan kontrak hingga 2029 ketika merekrutnya dari FC Dallas. Artinya, klub tidak melihat Paes semata-mata sebagai pemain jangka pendek atau sekadar pelapis.
Situasi saat ini juga belum tentu menjadi gambaran permanen mengenai masa depan Paes.
Ter Stegen datang ke Ajax dengan status pinjaman selama satu musim. Kepindahan tersebut dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada kiper Jerman itu mendapatkan menit bermain sekaligus menghidupkan kembali kariernya setelah periode sulit bersama Barcelona.
Dengan demikian, posisi Paes di Ajax masih memiliki peluang untuk kembali berubah pada masa mendatang.
Apalagi, sepak bola modern menuntut setiap klub memiliki lebih dari satu penjaga gawang berkualitas. Cedera, jadwal pertandingan yang padat, kompetisi domestik, serta pertandingan Eropa dapat membuat rotasi menjadi kebutuhan.
Penting bagi Timnas Indonesia
Perkembangan Paes di Ajax juga menjadi perhatian besar bagi sepak bola Indonesia.
Sejak resmi memperkuat Timnas Indonesia, Paes telah menjadi salah satu opsi penting di posisi penjaga gawang. Pengalamannya bermain di Eropa dan MLS membuatnya memiliki jam terbang yang cukup tinggi.
Sebelum bergabung dengan Ajax, Paes sudah mencatatkan 114 penampilan liga bersama FC Dallas. Ia juga menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia di level internasional.
Karena itu, setiap perkembangan kariernya di Ajax akan memiliki dampak terhadap persiapannya bersama skuad Garuda.
Bermain secara reguler tentu menjadi keuntungan bagi seorang kiper. Namun, berada di klub besar seperti Ajax juga memberikan pengalaman yang tidak kalah penting. Berlatih setiap hari bersama pemain berkualitas dan menghadapi persaingan dengan kiper sekelas Ter Stegen dapat menjadi proses pembelajaran yang sangat berharga.
Pelapis Bukan Berarti Kehilangan Masa Depan
Situasi Maarten Paes di Ajax saat ini memang berubah. Dari seorang kiper yang mendapatkan kesempatan menjadi pilihan utama pada paruh kedua musim 2025/2026, ia kini harus menerima persaingan baru setelah kedatangan Ter Stegen.
Tetapi, menyebut karier Paes di Ajax telah berakhir tentu terlalu dini.
Justru perjalanan Paes menunjukkan bahwa kesempatan bisa datang kapan saja. Ketika Jaroš mengalami cedera, Paes mampu mengambil peluang. Ketika dipercaya tampil, ia memberikan penampilan yang membuat namanya masuk dalam sorotan.
Kini tantangannya berbeda.
Paes harus tetap menjaga level performa, bekerja keras dalam latihan, dan memastikan dirinya siap ketika kembali dipercaya oleh pelatih.
Ter Stegen mungkin saat ini berada di depan dalam persaingan. Namun, sepak bola tidak selalu berjalan sesuai prediksi. Cedera, performa, jadwal pertandingan, hingga keputusan pelatih dapat mengubah hierarki pemain dalam waktu singkat.
Bagi Paes, tugas terpenting adalah tetap profesional.
Dan apabila ia mampu mempertahankan dedikasi tersebut, status sebagai pelapis bukanlah akhir dari cerita. Sebaliknya, fase ini bisa menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang Maarten Paes untuk kembali merebut tempat utama di Ajax sekaligus terus menjaga reputasinya sebagai salah satu penjaga gawang andalan Timnas Indonesia.





