Jadwal Bola,- Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 memasuki pekan ke-22 dengan nuansa yang berbeda. Bertepatan dengan periode awal Ramadan, seluruh pertandingan pada pekan ini akan dimainkan serentak pada pukul 20.30 WIB. Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan untuk menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, sekaligus memberikan kesempatan kepada para pemain dan suporter untuk menunaikan ibadah sebelum pertandingan dimulai.
Atmosfer Ramadan dipastikan akan memberikan warna tersendiri dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional tersebut. Selain faktor spiritual dan kebersamaan, jadwal malam hari juga diprediksi membuat intensitas pertandingan tetap terjaga karena para pemain tampil dalam kondisi yang lebih optimal setelah berbuka puasa.
Berikut adalah jadwal BRI Super league musim 2025/2026:
Sabtu, 21 Februari 2026
- 20.30 WIB – Persijap Jepara vs Persebaya
- 20.30 WIB – Madura United FC vs Arema FC
- 20.30 WIB – Persis Solo vs PSBS Biak Minggu,
Minggu , 22 Februari 2026
- 20.30 WIB – Dewa United vs Borneo FC
- 20.30 WIB – Persib Bandung vs Persita Senin,
Senin , 23 Februari 2026
- 20.30 WIB- PSIM Yogyakarta vs Bali United
Sabtu, 21 Februari 2026: Tiga Laga Pembuka yang Sarat Gengsi
Hari pertama pekan ke-22 akan menghadirkan tiga pertandingan yang digelar secara bersamaan pada pukul 20.30 WIB.
Pertandingan antara Persijap Jepara melawan Persebaya menjadi salah satu laga yang menyedot perhatian. Persijap yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri tentu berambisi meraih poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen. Di sisi lain, Persebaya datang dengan target menjaga konsistensi performa mereka dalam persaingan papan atas. Laga ini diprediksi berlangsung ketat mengingat kedua tim memiliki karakter permainan menyerang.
Di waktu yang sama, Madura United FC akan menjamu rival regionalnya, Arema FC. Pertemuan dua tim asal Jawa Timur ini kerap menghadirkan tensi tinggi. Rivalitas historis dan kedekatan geografis menjadi bumbu tambahan yang membuat pertandingan ini layak disebut sebagai salah satu laga paling dinanti di pekan ke-22. Kedua tim dikenal memiliki basis suporter fanatik yang selalu memberi dukungan penuh, meski pertandingan digelar pada malam hari.
Sementara itu, Persis Solo akan berhadapan dengan PSBS Biak. Persis yang tampil di kandang memiliki peluang besar untuk mengamankan tiga poin, namun PSBS Biak tidak bisa dipandang sebelah mata. Tim asal Papua tersebut dikenal kerap memberikan kejutan, terutama saat menghadapi tim-tim besar. Pertandingan ini berpotensi menghadirkan duel taktik menarik antara kedua pelatih.
Minggu, 22 Februari 2026: Persaingan Papan Atas Memanas
Memasuki hari kedua, dua pertandingan kembali digelar serentak pukul 20.30 WIB.
Pertama, Dewa United akan menghadapi Borneo FC. Kedua tim sama-sama dikenal memiliki komposisi pemain yang solid dan strategi permainan modern. Laga ini diperkirakan menjadi salah satu kunci dalam perebutan posisi papan atas klasemen sementara. Borneo FC yang terkenal dengan lini serang produktifnya akan mendapat tantangan serius dari pertahanan disiplin Dewa United.
Sorotan utama pekan ini juga tertuju pada pertandingan antara Persib Bandung melawan Persita. Persib yang konsisten menjadi kandidat juara tentu tidak ingin kehilangan momentum, terlebih bermain di hadapan publik sendiri. Persita datang dengan misi mencuri poin dan berupaya merusak dominasi tuan rumah. Laga ini berpotensi menghadirkan tensi tinggi, mengingat kedua tim memiliki kualitas individu yang mumpuni di setiap lini.
Senin, 23 Februari 2026: Penutup Pekan yang Tak Kalah Menarik
Pekan ke-22 akan ditutup dengan pertandingan antara PSIM Yogyakarta melawan Bali United pada Senin malam pukul 20.30 WIB.
PSIM yang tampil di kandang diprediksi akan bermain dengan motivasi tinggi untuk mengamankan poin maksimal. Sementara itu, Bali United sebagai salah satu tim berpengalaman di kompetisi nasional tentu mengincar kemenangan guna menjaga peluang mereka di jalur persaingan gelar. Pertandingan ini diprediksi berlangsung terbuka dengan tempo cepat sejak menit awal.
Penyesuaian Jadwal dan Dampaknya
Keputusan menggelar seluruh pertandingan pada pukul 20.30 WIB bukan tanpa alasan. Selain menyesuaikan dengan waktu berbuka puasa, jadwal malam hari juga dinilai lebih kondusif dari segi cuaca dan kondisi fisik pemain. Dalam beberapa musim sebelumnya, pertandingan di bulan Ramadan memang kerap digelar malam hari guna menjaga kualitas permainan.
Dari sisi komersial, jam tayang malam juga dianggap sebagai prime time yang berpotensi meningkatkan jumlah penonton televisi maupun platform digital. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi operator liga dan para sponsor.
Persaingan Semakin Ketat
Memasuki pekan ke-22, persaingan di papan klasemen BRI Super League musim 2025/2026 semakin kompetitif. Setiap poin sangat berharga, baik bagi tim yang memburu gelar juara, mengejar tiket kompetisi Asia, maupun berjuang keluar dari zona degradasi.
Dengan jadwal yang relatif padat dan atmosfer Ramadan yang khas, manajemen rotasi pemain akan menjadi faktor penting. Pelatih dituntut cermat dalam mengatur kebugaran skuad agar tetap tampil maksimal sepanjang pertandingan.
Antusiasme Suporter di Bulan Ramadan
Ramadan kerap menjadi momentum kebersamaan, termasuk dalam dunia sepak bola. Pertandingan malam hari memberi kesempatan bagi suporter untuk berbuka puasa bersama sebelum berangkat ke stadion. Tradisi ini bahkan sering menciptakan suasana unik di sekitar arena pertandingan.
Meski demikian, aspek keamanan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama. Panitia pelaksana diharapkan memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar sesuai regulasi yang berlaku.





