DuniaBola,- Leg I playoff 16 besar Liga Champions UEFA 2025-2026 yang digelar pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB menghadirkan sejumlah kejutan. Dari empat pertandingan yang berlangsung, dua raksasa Eropa harus menelan pil pahit. Inter Milan takluk di Norwegia, sementara Atletico Madrid gagal meraih hasil maksimal saat bertandang ke Belgia.
Bodo/Glimt 3-1 Inter Milan
Hasil mengejutkan terjadi saat Inter Milan bertamu ke markas Bodo/Glimt. Alih-alih membawa pulang kemenangan atau minimal hasil imbang, Nerazzurri justru tumbang dengan skor 1-3.
Secara statistik, Inter tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dengan persentase mencapai 58 persen. Namun, dominasi tersebut tidak sepenuhnya efektif dalam menciptakan ancaman nyata. Tuan rumah justru tampil lebih klinis dan berbahaya ketika mendapatkan peluang.
Bodo/Glimt tercatat melepaskan enam tembakan tepat sasaran, unggul dibandingkan empat milik Inter. Efektivitas itu menjadi pembeda utama dalam pertandingan yang berlangsung dengan tempo tinggi tersebut.
Gol pembuka lahir pada menit ke-20 melalui aksi Sondre Brunstad Fet yang memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Inter. Gol tersebut membuat tim tamu tersentak dan mencoba meningkatkan intensitas serangan. Namun, hingga turun minum, skor 1-0 untuk keunggulan wakil Norwegia tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Inter berupaya bangkit dengan memainkan bola lebih cepat dari sisi ke sisi. Akan tetapi, strategi itu justru membuka ruang di lini belakang. Pada menit ke-61, Jens Petter Hauge menggandakan keunggulan Bodo/Glimt melalui skema serangan cepat yang tak mampu diantisipasi dengan baik.
Tiga menit berselang, Kasper Hogh memperlebar jarak menjadi 3-0. Gol tersebut praktis membuat Inter berada dalam tekanan besar. Meski sempat mencoba memperkecil ketertinggalan, efektivitas serangan Inter masih belum optimal hingga laga usai.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Inter Milan jelang leg kedua. Mereka wajib meraih kemenangan dengan margin cukup besar di kandang sendiri jika ingin menjaga asa lolos ke babak 16 besar.
Club Brugge vs Atletico Madrid
Sementara itu, hasil kurang memuaskan juga dialami Atletico Madrid saat bertandang ke markas Club Brugge. Bermain di hadapan publik tuan rumah, Atletico kesulitan mengembangkan permainan khas mereka yang disiplin dan agresif.
Club Brugge tampil percaya diri sejak menit awal dan mampu meredam tekanan Los Colchoneros. Pertandingan berlangsung ketat dengan duel lini tengah yang intens. Atletico sempat mendapatkan beberapa peluang, namun penyelesaian akhir yang kurang tajam membuat peluang tersebut terbuang percuma.
Tuan rumah memanfaatkan momentum dengan tampil efektif dalam transisi serangan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil dan memaksa Atletico bekerja ekstra keras hingga akhir laga. Hasil ini membuat wakil Spanyol itu harus berjuang lebih keras pada leg kedua jika ingin memastikan tempat di fase berikutnya.
Persaingan Semakin Ketat
Hasil leg pertama ini menegaskan bahwa kompetisi musim 2025-2026 berjalan sangat kompetitif. Klub-klub dari liga yang selama ini tidak terlalu diunggulkan mampu memberikan kejutan terhadap tim-tim elite Eropa.
Inter Milan dan Atletico Madrid kini berada dalam posisi yang tidak ideal. Keduanya membutuhkan respons cepat dan perbaikan signifikan, baik dari segi taktik maupun mentalitas, untuk membalikkan keadaan pada leg kedua.
Leg lanjutan dipastikan berlangsung lebih panas. Tekanan ada di pihak tim-tim besar yang dituntut membuktikan kualitas serta pengalaman mereka di panggung tertinggi sepak bola Eropa.






