Liga internasional,- Seiring bertambahnya usia dan ketatnya persaingan, beberapa pemain mulai mempertimbangkan akhir perjalanan bersama tim nasional. Mereka ingin menutup karier dengan cara terbaik di panggung terbesar sepak bola dunia.
Faktor fisik, cedera, dan regenerasi skuad menjadi alasan utama keputusan pensiun. Selain itu, munculnya talenta muda membuat posisi mereka semakin sulit dipertahankan.
1. Guillermo Ochoa (Meksiko)

Guillermo Ochoa dipastikan akan mengakhiri karier internasionalnya setelah Piala Dunia 2026. Kiper veteran Meksiko itu berpotensi mencatat sejarah dengan tampil di enam edisi turnamen.
Perjalanan kariernya terbilang unik karena jarang bermain di klub elite Eropa. Namun, setiap tampil di Piala Dunia, Ochoa selalu menunjukkan performa luar biasa.
Ia dikenal dengan penyelamatan spektakuler dan kehadiran karismatik di bawah mistar. Penampilannya kerap menjadi sorotan di laga-laga besar.
2. Luka Modric (Kroasia)

Luka Modric disebut sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa. Ia telah memenangkan hampir semua trofi bergengsi dalam kariernya.
Satu-satunya yang belum diraih adalah trofi Piala Dunia. Modric sempat sangat dekat saat Kroasia mencapai final pada 2018.
3. Ivan Perisic (Kroasia)

Ivan Perisic telah tampil di beberapa edisi Piala Dunia bersama Kroasia. Ia dikenal sebagai pemain serba bisa dengan kontribusi stabil.
Kariernya dihiasi pengalaman di berbagai klub besar Eropa. Ia pernah membela Inter Milan, Bayern Munchen, hingga Tottenham.
Di usia 36 tahun, peluang tampil di 2030 masih ada namun tidak mudah. Regenerasi timnas membuat posisinya mulai terancam.
4. Casemiro (Brasil)

Casemiro telah meraih berbagai gelar bergengsi di level klub. Namun, trofi Piala Dunia masih belum masuk dalam koleksinya.
Di usia 33 tahun, ia masih kompetitif tetapi menghadapi persaingan ketat. Generasi baru Brasil terus bermunculan dengan kualitas tinggi.
Kemungkinan tampil di 2030 dinilai cukup kecil. Faktor fisik dan performa jangka panjang menjadi pertimbangan utama.
5 Neymar (Brasil)

Neymar dikenal sebagai salah satu pemain paling berbakat dalam generasinya. Namun, kariernya kerap terganggu oleh cedera.
Sejak pindah ke Eropa, ia mengalami banyak masalah kebugaran. Kondisi ini memengaruhi konsistensinya di level tertinggi.
Dalam beberapa tahun terakhir, waktu bermainnya semakin terbatas. Hal ini membuat masa depannya di timnas mulai dipertanyakan.
6. Kevin De Bruyne (Belgia)

Kevin De Bruyne menjadi pusat permainan generasi emas Belgia. Ia dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.
Meski memiliki banyak pemain top, Belgia gagal meraih trofi besar. Generasi emas tersebut belum memenuhi ekspektasi tinggi.
Faktor internal dan perubahan skuad memengaruhi performa tim. De Bruyne tidak selalu mampu membawa tim ke level tertinggi.
7. Lionel Messi (Argentina)

Lionel Messi masih membuka peluang tampil di Piala Dunia 2026. Keputusan akhirnya bergantung pada kondisi fisik dan perannya di tim.
Perannya kemungkinan akan lebih terkontrol dibanding sebelumnya. Hal ini menyesuaikan dengan usia dan kebutuhan tim.
Jika tampil, turnamen tersebut bisa menjadi penutup karier internasionalnya. Keputusan pensiun kemungkinan diumumkan setelahnya.
8. Cristiano Ronaldo (Portugal)

Cristiano Ronaldo memberi sinyal kuat bahwa 2026 akan menjadi Piala Dunia terakhirnya. Ia masih mengejar target besar dalam kariernya.
Ambisi mencapai 1000 gol menjadi motivasi tambahan. Selain itu, trofi Piala Dunia masih menjadi target utama.
Meski mungkin tetap bermain di level klub, karier internasionalnya mendekati akhir. Turnamen ini bisa menjadi perpisahan ideal.
9. Sadio Mane (Senegal)

Sadio Mane telah mengonfirmasi tidak akan tampil di Piala Afrika 2027. Hal ini mengindikasikan akhir karier internasionalnya semakin dekat.
Di usia 34 tahun, ia masih menjadi pemain kunci Senegal. Pengalamannya sangat berharga bagi tim.
Ia telah mencatat lebih dari 100 caps bersama tim nasional. Kontribusinya menjadikannya legenda bagi negaranya.
10. Riyad Mahrez (Aljazair)

Riyad Mahrez mulai mempertimbangkan untuk fokus penuh pada karier klub setelah Piala Dunia 2026. Kapten Aljazair itu disebut ingin mengakhiri perjalanan internasionalnya usai turnamen tersebut.
Pernyataan tersebut sempat ia singgung dalam konferensi pers di sela Piala Afrika 2025. Isyarat itu menunjukkan kemungkinan besar ia akan segera pamit dari timnas.
Di usia 35 tahun, pengaruh Mahrez di dalam tim mulai menurun. Ia bahkan sempat memulai laga dari bangku cadangan dalam pertandingan persahabatan terbaru melawan Uruguay.




