Timnas Indonesia,- KetuaUmum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, mengaku tidak mengetahui secara detail jadwal pemusatan latihan (TC) pemain tim nasional Indonesia menjelang ajang FIFA Series 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick kepada awak media saat ditemui di kawasan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, pada Jumat, 20 Februari 2026. Dengan nada santai namun tegas, Erick menyebut bahwa urusan teknis terkait jadwal dan persiapan tim sepenuhnya berada di bawah kewenangan pelatih kepala.
“Saya enggak tahu, itu tanya John,” ujar Erick singkat.
John yang dimaksud adalah pelatih timnas Indonesia, John Herdman, yang saat ini memegang kendali penuh atas persiapan skuad Garuda menuju FIFA Series 2026.
Pemisahan Peran Manajerial dan Teknis
Pernyataan Erick Thohir tersebut mencerminkan pembagian peran yang jelas antara federasi dan tim pelatih. Dalam struktur organisasi sepak bola modern, ketua umum federasi berfokus pada aspek manajerial, tata kelola, serta kebijakan strategis. Sementara itu, urusan teknis seperti jadwal latihan, pemanggilan pemain, hingga strategi pertandingan menjadi kewenangan penuh pelatih kepala.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk profesionalisme dalam pengelolaan sepak bola nasional. Erick Thohir sebelumnya memang berkomitmen untuk mendorong tata kelola PSSI yang lebih transparan dan berbasis sistem, termasuk memberikan ruang independensi kepada tim pelatih.
Sejak memimpin PSSI, Erick menekankan pentingnya tidak adanya intervensi terhadap keputusan teknis. Hal tersebut dinilai sebagai bagian dari reformasi sepak bola nasional yang tengah dijalankan federasi.
Fokus pada FIFA Series 2026
FIFA Series 2026 menjadi agenda penting bagi timnas Indonesia. Ajang ini merupakan bagian dari kalender resmi FIFA yang bertujuan memberikan kesempatan pertandingan internasional bagi negara-negara anggota untuk meningkatkan peringkat dan pengalaman kompetitif.
Bagi Indonesia, momentum ini sangat krusial. Selain sebagai ajang uji coba dan evaluasi kekuatan tim, FIFA Series juga menjadi panggung pembuktian bagi skuad Garuda dalam upaya meningkatkan posisi di ranking FIFA.
Persiapan matang tentu menjadi kunci. Biasanya, timnas akan menjalani pemusatan latihan beberapa hari hingga pekan sebelum pertandingan. Namun, hingga pernyataan Erick disampaikan, detail jadwal pengumpulan pemain belum diungkapkan secara terbuka oleh pihak pelatih.
Tanggung Jawab Penuh di Tangan Pelatih
Sebagai pelatih kepala, John Herdman memiliki otoritas dalam menentukan program latihan, jadwal pemanggilan pemain, hingga komposisi skuad. Keputusan tersebut biasanya mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kondisi kebugaran pemain, jadwal kompetisi klub, serta strategi jangka panjang tim.
Dalam konteks ini, pernyataan Erick bisa dibaca sebagai bentuk dukungan penuh terhadap independensi pelatih. Alih-alih ikut campur, federasi memberi kepercayaan kepada Herdman untuk menyusun rencana terbaik.
Model kerja seperti ini lazim diterapkan di banyak negara dengan sistem sepak bola profesional. Federasi berfungsi sebagai fasilitator dan pengambil kebijakan strategis, sedangkan pelatih bertanggung jawab atas performa tim di lapangan.
Respons Publik dan Dinamika Internal
Pernyataan Erick yang terdengar singkat justru memunculkan beragam reaksi publik. Sebagian menilai hal tersebut wajar dalam struktur organisasi profesional. Namun, ada pula yang mempertanyakan sejauh mana koordinasi antara federasi dan tim pelatih berlangsung.
Meski demikian, tidak ada indikasi konflik atau perbedaan pandangan antara PSSI dan tim pelatih. Hingga kini, komunikasi internal dinilai berjalan normal, dengan masing-masing pihak menjalankan fungsi sesuai mandatnya.
Sebagai federasi, PSSI tetap bertanggung jawab dalam mendukung kebutuhan logistik, administrasi, hingga koordinasi dengan FIFA dan pihak terkait lainnya. Sementara itu, Herdman fokus pada persiapan teknis dan taktik.
Momentum Reformasi Sepak Bola Nasional
Sejak Erick Thohir memimpin PSSI, federasi tengah berada dalam fase pembenahan menyeluruh. Reformasi mencakup peningkatan tata kelola, transparansi, penguatan kompetisi domestik, serta peningkatan kualitas tim nasional.
Dalam beberapa kesempatan, Erick menegaskan bahwa transformasi sepak bola Indonesia tidak bisa instan. Dibutuhkan sinergi antara federasi, pelatih, pemain, hingga pemangku kepentingan lainnya.
FIFA Series 2026 pun menjadi bagian dari roadmap jangka menengah untuk memperkuat fondasi timnas. Ajang ini bukan sekadar pertandingan persahabatan, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter dan konsistensi performa tim.
Menanti Kepastian Jadwal Resmi
Publik kini menunggu pengumuman resmi dari tim pelatih terkait jadwal pemusatan latihan dan daftar pemain yang akan dipanggil. Biasanya, informasi tersebut akan disampaikan melalui kanal resmi PSSI atau konferensi pers pelatih.
Kejelasan jadwal menjadi penting, terutama bagi pemain yang berlaga di kompetisi domestik maupun luar negeri. Sinkronisasi jadwal klub dan tim nasional kerap menjadi tantangan tersendiri.
Dengan waktu yang terus berjalan menuju FIFA Series 2026, diharapkan koordinasi antara pelatih dan federasi tetap solid demi kelancaran persiapan.
Profesionalisme Jadi Sorotan
Pernyataan Erick Thohir yang menyerahkan sepenuhnya urusan teknis kepada John Herdman bisa dilihat sebagai simbol profesionalisme baru di tubuh PSSI. Federasi tidak lagi menjadi pusat segala keputusan, melainkan bertindak sebagai pengarah kebijakan dan pengawas sistem.
Jika pola ini konsisten diterapkan, bukan tidak mungkin stabilitas organisasi akan berdampak positif pada performa tim nasional.
Kini, fokus publik tertuju pada bagaimana John Herdman menyusun strategi dan komposisi terbaik untuk menghadapi FIFA Series 2026. Hasil di lapangan nantinya akan menjadi tolok ukur efektivitas pembagian peran antara federasi dan tim pelatih.
Satu hal yang pasti, persiapan menuju ajang internasional tidak hanya soal jadwal kumpul pemain, tetapi juga tentang soliditas manajemen, kejelasan visi, dan komitmen bersama untuk membawa sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi.






