Trending,- Perseteruan antara Real Madrid dan Presiden LaLiga Javier Tebas kembali memanas. Hubungan yang memang telah lama diwarnai perbedaan pandangan itu kembali menjadi sorotan setelah Tebas memberikan komentar keras mengenai keluhan Real Madrid terkait keputusan wasit dalam pertandingan melawan Atletico Madrid.
Tidak tinggal diam, Real Madrid kemudian merespons melalui pernyataan resmi. Klub asal ibu kota Spanyol tersebut menilai komentar Tebas sudah melewati batas dan mempertanyakan sikapnya sebagai orang yang memimpin kompetisi sepak bola profesional Spanyol.
Bahkan, Real Madrid secara terbuka meminta agar terjadi pergantian kepemimpinan di LaLiga. Menurut klub, kompetisi membutuhkan sosok yang mampu menjalankan tugas dengan prinsip netralitas dan melayani kepentingan seluruh klub.
Perselisihan terbaru ini bermula setelah pertandingan Derby Madrid yang mempertemukan Atletico Madrid dengan Real Madrid. Los Blancos mengalami kekalahan 1-2 di Metropolitano pada 20 September 2026.
Pertandingan tersebut kemudian diikuti perdebatan mengenai sejumlah keputusan wasit. Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, turut menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan wasit Miguel Angel Ortiz Arias.
Mourinho bahkan membawa sejumlah tangkapan gambar ke konferensi pers untuk memperlihatkan insiden yang menurutnya layak mendapatkan perhatian. Perdebatan kemudian berkembang dari persoalan pertandingan menjadi isu yang lebih luas mengenai kualitas dan netralitas perwasitan di kompetisi Spanyol.
Javier Tebas Balik Kritik Real Madrid
Javier Tebas kemudian ikut memberikan tanggapan. Presiden LaLiga tersebut menolak narasi bahwa keputusan wasit merupakan bagian dari sebuah konspirasi yang ditujukan kepada Real Madrid.
Melalui akun pribadinya di media sosial X, Tebas menyatakan bahwa menganggap wasit diarahkan untuk merugikan Real Madrid merupakan pandangan yang menurutnya tidak berdasar.
Tebas juga menyinggung narasi yang selama ini muncul setiap kali Real Madrid merasa dirugikan oleh keputusan pengadil lapangan. Ia berpendapat bahwa kesalahan atau keputusan kontroversial seorang wasit tidak otomatis membuktikan adanya sebuah konspirasi.
Menurut Tebas, kritik terhadap keputusan wasit merupakan hal yang sah dalam sepak bola. Namun, ia membedakan antara kritik terhadap satu keputusan dengan tuduhan bahwa terdapat sistem yang sengaja diarahkan untuk merugikan sebuah klub.
Ia juga menegaskan bahwa LaLiga bukan milik satu klub tertentu. Real Madrid memang memiliki posisi penting dalam kompetisi Spanyol, tetapi menurut Tebas, keberadaan klub-klub lain beserta sejarah dan pendukung mereka juga merupakan bagian penting dari kompetisi.
Pernyataan tersebut kemudian semakin memperuncing hubungan antara Tebas dan Real Madrid.
Real Madrid Keluarkan Pernyataan Keras
Real Madrid merespons komentar tersebut dengan pernyataan resmi yang jauh lebih keras.
Klub menilai penggunaan posisi institusional oleh Presiden LaLiga untuk memberikan komentar mengenai Real Madrid merupakan sesuatu yang tidak dapat diterima. Los Blancos juga menilai Tebas terlalu sering menjadikan klub sebagai sasaran kritik dalam pernyataan publiknya.
Real Madrid mempertanyakan mengapa seorang presiden LaLiga justru menggunakan kanal pribadinya untuk menanggapi pemberitaan dan perdebatan yang berkaitan dengan klub.
Dalam pernyataannya, Real Madrid juga menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu kepercayaan terhadap institusi yang bertugas menjaga kompetisi tetap berjalan secara adil.
Klub kemudian meminta adanya sosok baru yang dapat memimpin LaLiga dengan prinsip netralitas.
Real Madrid berpendapat bahwa presiden LaLiga seharusnya bertindak sebagai pengelola yang melayani seluruh klub yang menjadi bagian dari kompetisi, bukan sebagai pihak yang terus terlibat dalam perselisihan terbuka dengan salah satu anggotanya.
Karena itu, Real Madrid secara langsung meminta Javier Tebas meninggalkan jabatannya dan digantikan oleh sosok yang dinilai mampu mengelola kompetisi serta menjaga prinsip netralitas.
Konflik Tidak Berhenti di Pernyataan Real Madrid
Setelah pernyataan resmi Real Madrid dipublikasikan, Tebas kembali memberikan respons.
Ia mengatakan bahwa dirinya telah membaca pernyataan Real Madrid. Tebas kemudian menegaskan bahwa posisi Presiden LaLiga bukanlah pemilik kompetisi. Namun, menurutnya, Presiden Real Madrid juga bukan pemilik LaLiga.
Tebas menekankan bahwa mewakili seluruh klub tidak berarti harus mengikuti keinginan klub yang memiliki pengaruh besar.
Ia juga menyatakan bahwa dirinya ingin mempertahankan independensi dalam mengambil sikap terhadap berbagai persoalan yang muncul di kompetisi.
Menurut Tebas, memperjuangkan kepentingan seluruh klub berarti menerapkan aturan secara sama dan mempertahankan kepentingan kompetisi secara keseluruhan.
Tebas juga kembali menyinggung persoalan tudingan mengenai perwasitan. Ia menyebut kritik terhadap keputusan wasit sebagai sesuatu yang wajar, tetapi menolak anggapan bahwa setiap keputusan yang merugikan Real Madrid dapat dijadikan bukti adanya sebuah tindakan sistematis terhadap klub tersebut.
Dalam responsnya, Tebas menegaskan bahwa ia menghormati seluruh klub tetapi tidak ingin berada dalam posisi yang dianggap tunduk kepada salah satu pihak.
Perang Pernyataan Semakin Terbuka
Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa perselisihan antara Real Madrid dan Tebas kembali memasuki fase terbuka.
Hubungan keduanya memang telah lama tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan pandangan mengenai sejumlah persoalan sepak bola Spanyol, termasuk tata kelola kompetisi dan berbagai isu yang berkaitan dengan Real Madrid, telah beberapa kali menjadi perhatian publik.
Namun, perkembangan setelah Derby Madrid membuat pertentangan tersebut kembali mendapatkan sorotan besar.
Kali ini, persoalan tidak hanya berkaitan dengan satu keputusan wasit. Perdebatan telah berkembang menjadi persoalan mengenai bagaimana seorang presiden liga seharusnya berkomunikasi dengan klub yang menjadi bagian dari kompetisi.
Di satu sisi, Real Madrid mempertanyakan sikap Tebas dan menilai seorang pemimpin LaLiga harus menjaga jarak serta memberikan perlakuan yang sama kepada seluruh klub.
Di sisi lain, Tebas berpendapat bahwa independensi seorang pengelola kompetisi berarti tidak harus mengikuti narasi atau tuntutan klub tertentu.
Kedua pihak memiliki pandangan berbeda mengenai arti netralitas dan independensi dalam pengelolaan kompetisi.
Kekalahan dari Atletico Madrid Jadi Pemicu Terbaru
Perselisihan tersebut tidak dapat dilepaskan dari hasil Derby Madrid.
Real Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid. Hasil tersebut menjadi pukulan bagi Los Blancos pada awal musim dan sekaligus memunculkan sejumlah perdebatan mengenai performa tim serta keputusan pengadil pertandingan.
Menurut laporan Reuters, Real Madrid berada di posisi keempat klasemen setelah kekalahan tersebut dan tertinggal enam poin dari Barcelona yang berada di puncak klasemen pada saat laporan diterbitkan.
Kondisi tersebut membuat isu mengenai hasil pertandingan dan keputusan wasit semakin mendapatkan perhatian.
Namun, penting untuk membedakan antara fakta adanya keputusan kontroversial dengan tuduhan mengenai adanya konspirasi. Sampai perkembangan terbaru yang diberitakan, pernyataan mengenai adanya pengarahan wasit untuk merugikan Real Madrid merupakan tuduhan yang diperdebatkan, bukan fakta yang telah dibuktikan.
Tebas sendiri secara terbuka menolak tuduhan tersebut.
Real Madrid dan Tebas Kini Saling Berhadapan
Perseteruan terbaru ini memperlihatkan dua posisi yang berseberangan.
Real Madrid menuntut agar kepemimpinan LaLiga lebih mengedepankan netralitas serta tidak menjadikan klub sebagai sasaran komentar publik.
Sementara itu, Tebas menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kepentingan kompetisi dan tidak akan mengubah sikap hanya karena mendapatkan tekanan dari salah satu klub.
Dengan demikian, konflik ini bukan sekadar pertukaran komentar di media sosial. Real Madrid telah mengeluarkan pernyataan resmi yang meminta pergantian Presiden LaLiga, sedangkan Tebas membalas dengan mempertahankan posisinya dan menolak tudingan bahwa dirinya bertindak tidak independen.
Perkembangan selanjutnya akan menarik untuk diperhatikan, terutama bagaimana hubungan antara Real Madrid, LaLiga, dan Tebas berjalan setelah kontroversi Derby Madrid.
Untuk sementara, perang kata-kata antara salah satu klub terbesar Spanyol dan pemimpin kompetisi domestik tersebut masih berlanjut.
Yang jelas, perselisihan ini telah membawa isu perwasitan, netralitas, serta tata kelola sepak bola Spanyol kembali menjadi pusat perhatian publik.




