Trending,- Christian Pulisic akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor bersama AC Milan. Pemain asal Amerika Serikat itu menjadi salah satu aktor penting ketika Rossoneri mengalahkan Lecce dengan skor telak 3-0 pada giornata kelima Serie A 2026/2027.
Pertandingan yang berlangsung di San Siro, Minggu (20/9/2026) waktu setempat, menjadi momen spesial bagi Pulisic. Bukan hanya karena ia berhasil mencetak gol pertamanya musim ini, tetapi juga karena penampilannya berbuah penghargaan Man of the Match.
Gol Pulisic pada menit ke-14 menjadi pembuka kemenangan Milan. Setelah itu, Adrien Rabiot dan Diego Moreira masing-masing menambah satu gol pada babak kedua untuk memastikan Rossoneri meraih kemenangan meyakinkan.
Pulisic Akhirnya Kembali Mencetak Gol
Pulisic harus menunggu cukup lama untuk kembali merayakan gol bersama AC Milan.
Gol terakhirnya untuk Rossoneri sebelumnya tercipta pada 28 Desember 2025 ketika Milan menghadapi Verona. Setelah pertandingan tersebut, ia melewati periode yang tidak mudah sebelum akhirnya kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Pulisic mencetak gol melawan Lecce setelah menunggu 266 hari. Gol tersebut juga menjadi gol pertamanya untuk Milan pada musim 2026/2027.
Momen tersebut terasa semakin istimewa karena Pulisic baru kembali menjadi starter. Ia sebelumnya hanya tampil dua kali untuk Milan pada musim ini dan keduanya berasal dari bangku cadangan.
Kesempatan tampil sejak menit awal langsung dimanfaatkan dengan sangat baik.
Gol Berkelas dari Pulisic
Gol Pulisic tercipta pada menit ke-14. Prosesnya memperlihatkan kualitas teknik pemain berusia 27 tahun tersebut.
Strahinja Pavlovic mengirimkan umpan lambung ke belakang lini pertahanan Lecce. Pulisic bergerak mencari ruang dan berhasil menemukan jalur menuju bola.
Alih-alih mengontrol bola dengan cara sederhana, Pulisic melakukan sentuhan pertama yang sangat baik menggunakan kaki kanannya untuk menjinakkan bola di udara.
Setelah bola berada dalam posisi ideal, ia langsung melepaskan penyelesaian dengan kaki kiri.
Bola meluncur melewati kiper Wladimiro Falcone dan membawa Milan unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi bukti bahwa Pulisic masih memiliki kemampuan teknis yang dapat memberikan perbedaan di area penyerangan.
AC Milan sendiri mencatat bahwa gol tersebut tercipta hanya beberapa menit setelah Pulisic sebelumnya mendapatkan peluang yang berhasil dihentikan Falcone.
San Siro Memberikan Sambutan Spesial
Penampilan Pulisic juga mendapatkan apresiasi langsung dari pendukung Milan.
Setelah bermain selama 69 menit, Pulisic ditarik keluar oleh pelatih Ruben Amorim. Ketika meninggalkan lapangan, pemain bernomor punggung 11 tersebut mendapatkan sambutan meriah dari publik San Siro.
Sky Sport Italia melaporkan Pulisic menerima standing ovation ketika digantikan.
Momen tersebut menjadi gambaran bagaimana gol dan performanya memberikan energi positif bagi pemain maupun pendukung Milan.
Terlebih lagi, kemenangan tersebut datang setelah Rossoneri sebelumnya mengalami periode yang kurang memuaskan.
Milan baru saja menelan kekalahan 0-2 dari Benfica di San Siro pada ajang Liga Europa. Kekalahan tersebut membuat pertandingan melawan Lecce memiliki arti penting bagi tim asuhan Ruben Amorim.
Kemenangan akhirnya menjadi jawaban Milan.
Pulisic Bukan Sekadar Pencetak Gol
Peran Pulisic dalam pertandingan melawan Lecce tidak berhenti pada gol pembuka.
Sepanjang pertandingan, ia menjadi salah satu pemain yang paling aktif membantu serangan Milan. Pergerakannya dari sisi kiri maupun area half-space membuat lini belakang Lecce harus bekerja ekstra.
Sofascore mencatat Pulisic memperoleh rating 8,9, tertinggi dalam pertandingan tersebut. Ia juga mencatatkan 43 umpan sukses dari 46 percobaan, dua umpan kunci, serta lima kali memenangkan kembali penguasaan bola.
Data tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Pulisic tidak hanya terlihat dari satu gol.
Ia juga terlibat dalam proses membangun serangan dan membantu Milan mempertahankan tekanan terhadap lawannya.
Football Italia turut memberikan penilaian tinggi kepada Pulisic dengan rating 7,5 dan menyebutnya sebagai pemain terbaik Milan dalam pertandingan tersebut.
Milan Menang 3-0
Setelah Pulisic membuka skor pada babak pertama, Milan tetap berusaha menjaga kendali pertandingan.
Lecce sempat mencoba memberikan respons, tetapi Milan mampu mempertahankan keunggulannya.
Pada menit ke-61, Adrien Rabiot menggandakan keunggulan tuan rumah.
Gol tersebut lahir melalui kombinasi serangan yang rapi. Goncalo Ramos memainkan peran penting dalam rangkaian serangan sebelum Rabiot menyelesaikannya di area dekat tiang.
Milan kemudian menambah gol ketiga pada menit ke-73.
Diego Moreira berhasil memanfaatkan situasi setelah merebut bola dan kemudian melakukan penetrasi sebelum menaklukkan Falcone.
Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Kemenangan tersebut menjadi hasil penting bagi Milan setelah sebelumnya mengalami periode tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan di semua kompetisi.
Man of the Match untuk Pulisic
Penampilan impresif Pulisic membuatnya terpilih sebagai Man of the Match.
Serie A memilih pemain Amerika Serikat tersebut sebagai pemain terbaik pertandingan. Penilaian itu sejalan dengan performanya di atas lapangan, terutama karena ia membuka skor dan menjadi salah satu ancaman utama Milan sepanjang pertandingan.
Sofascore juga menempatkan Pulisic sebagai pemain dengan rating tertinggi dalam pertandingan tersebut.
Dengan demikian, Pulisic mendapatkan pengakuan bukan hanya karena mencetak gol, tetapi juga karena kontribusinya secara keseluruhan.
Pernyataan Pulisic Setelah Pertandingan
Setelah pertandingan, Pulisic mengakui bahwa ia merasa sangat lelah setelah pertandingan.
Namun, pemain Amerika Serikat itu tetap merasa senang karena Milan mampu meraih kemenangan.
“Saya berlari terlalu banyak hari ini dan merasa sangat lelah, tetapi tidak masalah. Kami bermain dengan baik sebagai sebuah tim,” ujar Pulisic kepada DAZN, seperti dilaporkan SempreMilan.
Pulisic juga menyinggung periode sulit yang ia dan tim jalani.
Baginya, hal terpenting saat ini bukan hanya gol yang ia cetak, tetapi bagaimana Milan bisa mempertahankan tren positif.
Ia menegaskan keinginannya untuk terus membantu tim meraih kemenangan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa gol melawan Lecce menjadi bagian dari upaya Pulisic untuk kembali menemukan konsistensinya bersama Milan.
Momentum Penting bagi Pulisic
Gol ke gawang Lecce bisa menjadi titik penting bagi perjalanan Pulisic pada musim ini.
Ia sebelumnya harus melewati masa yang tidak mudah. Selain kehilangan tempat sebagai starter, Pulisic juga sempat mengalami masalah kebugaran setelah mengalami microfracture pada fibula kanan pada Juli ketika membela Amerika Serikat di Piala Dunia 2026, menurut laporan Sky Sport Italia.
Karena itu, kesempatan menjadi starter menghadapi Lecce menjadi sangat berarti.
Pulisic tidak menyia-nyiakannya.
Ia langsung memberikan kontribusi melalui gol pembuka dan tampil sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di lapangan.
Bagi Milan, kembalinya Pulisic ke performa terbaik juga dapat menjadi tambahan penting di lini serang.
Kemenangan yang Mengangkat Milan
Kemenangan 3-0 atas Lecce membuat Milan mengoleksi 11 poin dari lima pertandingan Serie A dan mempertahankan catatan belum terkalahkan di liga pada awal musim 2026/2027.
Hasil tersebut juga membantu meredakan tekanan setelah kekalahan dari Benfica di kompetisi Eropa.
Milan kini memiliki waktu untuk melakukan persiapan selama jeda internasional sebelum kembali bertanding.
Pertandingan berikutnya di Serie A dijadwalkan menghadapi Sassuolo di MAPEI Stadium pada 11 Oktober 2026.
Sementara bagi Pulisic, pertandingan melawan Lecce bisa menjadi awal dari fase baru.
Setelah menunggu 266 hari untuk kembali mencetak gol, ia akhirnya kembali merasakan momen yang sangat familiar: merayakan gol di depan publik San Siro.
Lebih dari sekadar satu gol, penampilan tersebut memberikan sinyal bahwa Pulisic siap kembali menjadi bagian penting dari permainan Milan.
Dan jika performa seperti ini bisa dipertahankan, gol ke gawang Lecce mungkin bukan sekadar gol perdana musim ini, melainkan awal dari kebangkitan Pulisic bersama Rossoneri.




