Trending,- Persija Jakarta kembali dikaitkan dengan pemain asing baru untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Nama yang muncul kali ini adalah striker asal Kroasia, Ivan Mamut, penyerang yang saat ini memperkuat NK Varaždin di kasta tertinggi Liga Kroasia.
Kabar tersebut menjadi perhatian karena Persija disebut-sebut harus mengeluarkan dana sekitar 500 ribu euro atau setara Rp10 miliar untuk mendapatkan jasa Mamut. Namun, angka tersebut masih merupakan informasi yang beredar dalam laporan transfer dan belum dapat dianggap sebagai konfirmasi resmi dari Persija maupun NK Varaždin.
Jika transfer tersebut benar-benar terealisasi, Mamut berpotensi menjadi salah satu tambahan penting dalam komposisi pemain asing Persija musim ini.
Bermain di Kasta Tertinggi Liga Kroasia
Ivan Mamut bukan pemain yang datang tanpa pengalaman. Pemain kelahiran Split, Kroasia, 30 April 1997 tersebut saat ini memperkuat NK Varaždin sebagai seorang penyerang tengah.
Mamut memiliki postur 1,92 meter dan dikenal sebagai pemain yang beroperasi di lini depan. Data pemain yang tersedia mencatat bahwa ia menggunakan kaki kiri sebagai kaki dominan dan mengenakan nomor punggung 17 bersama Varaždin.
Varaždin sendiri merupakan salah satu klub yang tampil di SuperSport HNL, kompetisi kasta tertinggi sepak bola Kroasia. Klub tersebut memiliki perjalanan cukup menarik dalam beberapa musim terakhir.
Pada musim 2025/2026, Varaždin berhasil mengakhiri kompetisi di posisi ketiga dengan koleksi 54 poin dari 36 pertandingan. Hasil tersebut membawa mereka mendapatkan tiket menuju kualifikasi UEFA Conference League musim 2026/2027.
Dengan demikian, klaim bahwa Mamut bermain untuk klub yang finis di tiga besar Liga Kroasia musim lalu memang sesuai dengan data kompetisi.
Kontrak Mamut Masih Panjang

Salah satu alasan rumor transfer Mamut ke Persija menarik perhatian adalah status kontraknya.
Data Transfermarkt mencatat Mamut masih terikat dengan NK Varaždin hingga 31 Mei 2028. Kontrak tersebut membuat Persija, apabila benar-benar ingin mendatangkannya secara permanen, harus melakukan negosiasi dengan klub Kroasia tersebut.
Situasi ini pula yang menjadi dasar munculnya kabar mengenai nilai transfer sekitar 500 ribu euro.
Artinya, jika angka Rp10 miliar tersebut benar, dana tersebut bukan sekadar biaya kontrak pemain berstatus bebas transfer. Persija disebut perlu membayar kompensasi kepada Varaždin untuk mendapatkan pemain yang masih memiliki masa kontrak.
Meski begitu, sampai saat ini angka tersebut tetap perlu diperlakukan sebagai rumor transfer, bukan angka resmi yang telah diumumkan kedua klub.
Pernah Tajam Bersama Terengganu FC
Sebelum kembali ke Kroasia, Mamut sempat menghabiskan waktu di Malaysia bersama Terengganu FC.
Periode tersebut menjadi salah satu fase paling produktif dalam kariernya. Data karier yang tersedia mencatat Mamut mencetak 22 gol dalam 32 penampilan liga untuk Terengganu pada periode 2023 hingga 2025. Secara keseluruhan, ia juga mencatat sejumlah kontribusi gol dalam berbagai kompetisi bersama klub Malaysia tersebut.
Performa tersebut kemudian membuka jalan bagi Mamut untuk kembali ke negara asalnya.
Pada 2025, ia resmi bergabung dengan NK Varaždin setelah meninggalkan Terengganu. Kepindahan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi sang striker untuk kembali bermain di kompetisi sepak bola Eropa.
Pengalaman bermain di Malaysia juga menjadi nilai tambah tersendiri apabila Mamut benar-benar melanjutkan kariernya di Indonesia.
Ia sudah pernah merasakan atmosfer sepak bola Asia Tenggara, sehingga secara adaptasi lingkungan, budaya sepak bola, dan karakter kompetisi, Mamut bukan sosok yang benar-benar asing dengan kawasan ini.
Catatan Gol Mamut Bersama Varaždin
Performa Mamut di Kroasia juga cukup menarik.
Pada musim 2025/2026, ia mencatat 9 gol dalam kompetisi HNL menurut data Opta Analyst. Dalam periode tersebut, Mamut juga memberikan empat assist dari 25 penampilan.
Sementara pada awal musim 2026/2027, Mamut kembali mencatat kontribusi untuk Varaždin. Data terkini mencatat lima penampilan di HNL dengan dua gol dan dua assist.
Bahkan, pada kemenangan Varaždin atas Rijeka, Mamut tercatat mencetak dua gol. Data pertandingan tersebut menunjukkan ia mampu menjadi salah satu pemain penting di lini depan klub.
Catatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa rumor kepindahannya ke Persija cukup menarik perhatian.
Varaždin Sedang Berada di Papan Atas
Ada fakta lain yang membuat kabar transfer Mamut semakin menarik.
Pada awal musim 2026/2027, Varaždin justru tampil sangat baik di kompetisi domestik. Setelah lima pertandingan, mereka berada di papan atas klasemen dengan 12 poin dari empat kemenangan dan satu kekalahan.
Dalam pertandingan terakhir yang tercatat pada akhir Agustus 2026, Varaždin menang 2-0 atas Rudeš.
Mamut juga masih tercatat sebagai bagian dari skuad klub tersebut. Data Federasi Sepak Bola Kroasia bahkan menempatkannya sebagai salah satu pencetak gol terbanyak Varaždin dengan sembilan gol dalam data kompetisi yang ditampilkan.
Kondisi tersebut membuat kemungkinan transfer menjadi semakin menarik. Persija bukan hanya dikaitkan dengan pemain yang pernah bermain di Eropa, tetapi juga pemain yang masih menjadi bagian dari tim kompetitif di kasta tertinggi Kroasia.
Jika Bergabung, Mamut Bisa Menjadi Amunisi Baru Persija
Dari karakteristiknya, Mamut dapat memberikan opsi berbeda bagi lini depan Persija.
Dengan tinggi sekitar 1,92 meter, pemain Kroasia tersebut memiliki keunggulan dalam duel udara dan bisa menjadi target di area penalti. Namun, catatan golnya juga menunjukkan bahwa kontribusinya tidak hanya mengandalkan bola atas.
Pengalamannya di Kroasia, Rumania, serta Malaysia membuat Mamut memiliki perjalanan karier yang cukup beragam.
Ia pernah memperkuat klub seperti Inter Zaprešić, Universitatea Craiova, FCSB, Terengganu dan kini Varaždin. Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa Mamut telah merasakan beberapa karakter kompetisi berbeda sepanjang karier profesionalnya.
Bagi Persija, pengalaman tersebut bisa menjadi salah satu pertimbangan apabila klub benar-benar menjadikannya sebagai target utama.
Benarkah Transfer Mencapai Rp10 Miliar?
Inilah bagian yang masih menjadi tanda tanya.
Sejumlah laporan dan unggahan transfer menyebut Persija sedang menyiapkan dana sekitar 500 ribu euro atau sekitar Rp10 miliar untuk menebus Mamut dari Varaždin. Kabar lain bahkan menyebut proses kepindahan sang pemain ke Indonesia sudah semakin dekat.
Namun, hingga informasi tersebut mendapatkan pengumuman resmi dari klub, status Mamut tetap harus disebut sebagai pemain yang dikaitkan dengan Persija, bukan pemain Persija.
Hal tersebut penting karena transfer pemain profesional melibatkan beberapa tahapan, mulai dari kesepakatan antarklub, kesepakatan kontrak pemain, pemeriksaan medis, hingga proses administrasi dan pendaftaran.
Terlebih lagi, Mamut masih memiliki kontrak dengan Varaždin hingga 2028.
Karena itu, segala kabar mengenai nilai transfer, durasi kontrak, maupun waktu kedatangan sang pemain ke Jakarta masih dapat berubah sebelum ada pengumuman resmi.
Menunggu Kepastian dari Persija
Jika transfer tersebut benar-benar terjadi, Ivan Mamut akan menjadi nama menarik dalam proyek Persija musim 2026/2027.
Pengalamannya di Eropa, catatan produktif ketika bermain di Malaysia, postur tinggi, serta performanya bersama Varaždin membuat sang striker memiliki profil yang cukup sesuai untuk menjadi tambahan kekuatan di lini depan.
Di sisi lain, nilai transfer sekitar Rp10 miliar menunjukkan bahwa Persija, apabila rumor tersebut benar, tidak sekadar mencari pemain asing dengan status bebas transfer.
Macan Kemayoran tampaknya bersedia berinvestasi untuk mendapatkan pemain yang masih terikat kontrak dan memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa.
Namun untuk saat ini, publik masih harus menunggu pengumuman resmi.
Satu hal yang sudah jelas, Ivan Mamut merupakan striker Kroasia berusia 29 tahun yang masih terikat kontrak dengan NK Varaždin dan memiliki rekam jejak cukup produktif di Asia maupun Eropa. Kabar kepindahannya ke Persija dengan nilai sekitar Rp10 miliar menjadi salah satu rumor transfer yang menarik untuk terus dipantau.
Jika benar terealisasi, Mamut bukan hanya menjadi pemain asing baru bagi Persija, tetapi juga menghadirkan pengalaman dari sepak bola Kroasia ke panggung Super League Indonesia.





