Timnas Indonesia,- Dunia sepak bola Indonesia kembali diselimuti kabar duka. Pelatih senior Iwan Setiawan meninggal dunia pada Kamis, 3 September 2026. Kepergian sosok yang dikenal dengan karakter tegas, berani, dan blak-blakan tersebut meninggalkan kesedihan bagi banyak insan sepak bola Tanah Air.
Kabar meninggalnya Iwan Setiawan disampaikan oleh rekan sesama pelatih, Rudy Eka Priyambada, melalui unggahan di akun media sosialnya. Rudy menyampaikan ucapan belasungkawa sekaligus penghormatan kepada Iwan yang selama ini dianggap sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih.
Dalam pesannya, Rudy Eka menyebut Iwan sebagai sosok yang memberikan pengaruh besar dalam perjalanan kepelatihannya. Ia juga mendoakan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
Kepergian Iwan bukan sekadar kehilangan bagi satu klub atau kelompok tertentu. Sosoknya telah menjadi bagian dari perjalanan panjang sepak bola Indonesia, baik ketika masih aktif sebagai pemain maupun setelah menekuni profesi sebagai pelatih.
Pelatih dengan Karakter Kuat
Iwan Setiawan dikenal sebagai salah satu pelatih lokal yang memiliki karakter kuat. Gaya komunikasinya yang terbuka dan keberaniannya menyampaikan pendapat membuat namanya mudah dikenali oleh publik sepak bola Indonesia.
Ia bahkan kerap mendapatkan julukan “The Special One”, sebuah sebutan yang menggambarkan karakter dan kepercayaan dirinya ketika menangani sebuah tim.
Selain dikenal karena kemampuan meracik strategi, Iwan juga merupakan sosok yang tidak segan memberikan komentar secara terbuka. Karakter tersebut membuat perjalanan kariernya di sepak bola Indonesia penuh warna.
Sejumlah media juga menggambarkan Iwan sebagai pelatih flamboyan dan karismatik. Ia mempunyai pendekatan tersendiri ketika membangun tim dan menghadapi tekanan kompetisi.
Lahir di Medan dan Menjalani Karier Panjang
Iwan Setiawan lahir di Medan, Sumatra Utara, pada 5 Juli 1958. Sebelum dikenal sebagai pelatih, ia lebih dahulu menjalani perjalanan sebagai pesepak bola.
Dalam perjalanan kariernya sebagai pemain, Iwan tercatat pernah memperkuat sejumlah klub Indonesia, termasuk Pelita Jaya, Arseto Solo, dan Persija Jakarta. Setelah memasuki dunia kepelatihan, pengalamannya di lapangan menjadi modal penting untuk mengembangkan karier dari pinggir lapangan.
Perjalanan sebagai pelatih dimulai sejak era 1990-an. Sejak saat itu, namanya terus muncul dalam berbagai kompetisi sepak bola nasional.
Ia menangani sejumlah klub, mulai dari Persija Jakarta, PSMS Medan, Pusamania Borneo FC atau yang kini dikenal sebagai Borneo FC, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, hingga sejumlah tim lainnya.
Rentang karier tersebut menunjukkan betapa panjangnya perjalanan Iwan dalam sepak bola nasional.
Pernah Menangani Persija Jakarta
Salah satu bagian penting dalam perjalanan kepelatihan Iwan Setiawan adalah ketika dirinya dipercaya menangani Persija Jakarta.
Iwan pernah menjadi bagian dari Macan Kemayoran dalam beberapa periode. Pengalamannya bersama Persija membuat namanya semakin dikenal oleh pencinta sepak bola nasional.
Bagi seorang pelatih lokal, menangani klub dengan basis suporter sebesar Persija tentu bukan pekerjaan mudah. Tekanan pertandingan, tuntutan hasil, hingga ekspektasi publik menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Namun, karakter Iwan yang dikenal berani dan percaya diri menjadi salah satu ciri khasnya ketika berada di kursi pelatih.
Dipercaya Menangani Timnas Indonesia U-17
Karier Iwan juga menyentuh level tim nasional. Ia dipercaya menangani Timnas Indonesia U-17 pada periode 2004-2005.
Kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya. Menangani kelompok usia muda di level nasional memberikan pengalaman tersendiri bagi Iwan dalam proses pengembangan pemain.
Bukan hanya soal hasil pertandingan, pekerjaan sebagai pelatih kelompok usia juga berkaitan dengan pembentukan karakter dan pemahaman dasar permainan pemain muda.
Jejak tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Iwan pernah mendapatkan kepercayaan untuk bekerja dalam lingkungan sepak bola nasional pada level tertinggi.
Berkelana dari Satu Klub ke Klub Lain
Setelah pengalaman bersama Persija dan Timnas U-17, Iwan terus melanjutkan kariernya di berbagai daerah.
Ia pernah menangani PSMS Medan, klub yang memiliki hubungan kuat dengan kota kelahirannya. Setelah itu, perjalanan kariernya berlanjut ke berbagai klub lain.
Nama Iwan juga pernah menghiasi perjalanan Borneo FC, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, hingga sejumlah klub lainnya. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Iwan merupakan salah satu pelatih yang cukup lama bertahan di tengah dinamika sepak bola Indonesia.
Pergantian klub merupakan hal yang biasa terjadi dalam dunia kepelatihan. Namun, karakter Iwan membuat setiap kehadirannya hampir selalu menjadi perhatian.
Ia bukan tipe pelatih yang mudah tenggelam dari pemberitaan. Pernyataan-pernyataannya di hadapan media maupun pendekatannya kepada tim kerap menjadi pembicaraan.
Rudy Eka Priyambada Kenang Sosok Panutan
Salah satu kesaksian yang muncul setelah kabar kepergian Iwan berasal dari Rudy Eka Priyambada.
Rudy tidak hanya menyampaikan ucapan belasungkawa, tetapi juga menggambarkan Iwan sebagai sosok yang memberikan inspirasi dalam perjalanan kariernya.
Dalam unggahannya, Rudy mengenang Iwan sebagai seorang pelatih yang jujur dan apa adanya. Ia juga menyebut pertemuan terakhir mereka terjadi dalam kegiatan National Football Philosophy (NFP) di Yogyakarta.
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa hubungan Iwan dengan sesama pelatih tidak hanya sebatas profesional. Bagi sejumlah koleganya, pengalaman dan karakter Iwan menjadi sesuatu yang dapat dipelajari.
Di tengah perkembangan sepak bola Indonesia yang semakin modern, pengalaman pelatih-pelatih senior seperti Iwan memiliki nilai tersendiri.
Meninggalkan Warisan di Sepak Bola Indonesia
Iwan Setiawan meninggalkan perjalanan panjang yang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan sepak bola nasional.
Selama bertahun-tahun, ia berada di tengah berbagai generasi pemain, menghadapi perubahan sistem kompetisi, pergantian klub, serta dinamika sepak bola Indonesia yang terus berkembang.
Namanya mungkin dikenal dengan berbagai karakter dan kontroversi yang pernah muncul sepanjang perjalanan karier. Namun, di balik itu semua, Iwan tetap merupakan sosok yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk sepak bola.
Bagi sebagian pemain dan pelatih yang pernah bekerja bersamanya, pengalaman bersama Iwan tentu akan menjadi bagian dari perjalanan karier yang sulit dilupakan.
Kini, perjalanan panjang tersebut telah berakhir.
Kepergian Iwan Setiawan menjadi pengingat bahwa sepak bola Indonesia tidak hanya dibangun oleh pemain yang mencetak gol atau klub yang mengangkat trofi. Di baliknya terdapat pula para pelatih yang menghabiskan puluhan tahun hidupnya untuk membentuk tim, mengembangkan pemain, dan menjaga roda kompetisi tetap berjalan.
Selamat jalan, Iwan Setiawan.
The Special One telah berpulang. Warisan dan perjalanan panjangnya di sepak bola Indonesia akan tetap menjadi bagian dari sejarah sepak bola Tanah Air.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan






