Timnas Indonesia,- Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang memberikan kontribusi besar bagi keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Sebanyak lima pemain Macan Kemayoran menjadi bagian dari skuad Garuda yang akhirnya berhasil mengangkat trofi turnamen tersebut.
Kelima pemain yang dimaksud adalah Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Shayne Pattynama, Jordi Amat, dan Nadeo Argawinata. Mereka menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia hingga mencapai puncak kompetisi dan mengalahkan Thailand pada pertandingan final.
Namun, ada satu hal menarik setelah kelima pemain tersebut kembali ke Persija. Pelatih Shin Tae-yong ternyata tidak bisa memberikan penilaian secara menyeluruh terhadap performa mereka selama memperkuat Timnas Indonesia.
Penyebabnya cukup sederhana. Sebagian besar pemain Persija tersebut tidak mendapatkan menit bermain yang banyak sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026.
Kondisi tersebut membuat Shin Tae-yong berada dalam posisi yang cukup sulit ketika harus menilai perkembangan kelima pemainnya setelah mereka memperkuat Timnas Indonesia.
Persija Jadi Klub dengan Kontribusi Besar
Sebelum turnamen dimulai, Persija memang sudah menjadi salah satu klub dengan jumlah wakil terbanyak di skuad Timnas Indonesia.
Lima pemain Macan Kemayoran masuk dalam skuad yang dipersiapkan John Herdman untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka adalah Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama.
Besarnya jumlah pemain Persija yang dipanggil menunjukkan kontribusi klub tersebut terhadap Timnas Indonesia.
Bahkan, sebelum turnamen dimulai, Persija tercatat sebagai klub dengan jumlah pemain terbanyak yang memperkuat skuad Garuda. Klub lain seperti Fortuna Sittard, Persib Bandung, dan Dewa United masing-masing mengirim dua pemain.
Pada akhirnya, kelima pemain Persija tersebut pulang ke Jakarta dengan status sebagai bagian dari tim yang berhasil membuat sejarah.
Timnas Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati final dramatis melawan Thailand. Pertandingan berakhir 2-2 setelah perpanjangan waktu sebelum Indonesia memastikan gelar melalui adu penalti.
Shin Tae-yong Sulit Memberikan Penilaian
Meski kelima pemain tersebut berstatus juara bersama Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengakui bahwa dirinya tidak mudah memberikan penilaian terhadap performa mereka.
Pasalnya, tidak semua pemain Persija memperoleh kesempatan tampil secara reguler.
Rizky Ridho menjadi pemain yang mendapatkan kesempatan bermain paling banyak dibandingkan rekan-rekannya. Namun, bek tengah tersebut pun hanya satu kali menjadi starter sepanjang lima pertandingan yang dijalani Timnas Indonesia.
Ridho tampil sebagai starter ketika Indonesia menghadapi Bangladesh dan berhasil menang telak 9-2. Dalam pertandingan tersebut, ia bahkan ikut mencatatkan namanya di papan skor dengan mencetak satu gol.
Situasi berbeda dialami pemain lainnya.
Rayhan Hannan hanya memperoleh kesempatan bermain dalam waktu yang sangat singkat. Minimnya menit bermain tersebut membuat Shin Tae-yong merasa tidak memiliki cukup bahan untuk menilai kemampuan Hannan secara menyeluruh.
“Saya kira sulit untuk berbicara banyak kalau bermainnya hanya sebentar,” menjadi gambaran dari persoalan yang disampaikan Shin terkait kondisi pemainnya tersebut.
Shin bahkan menggambarkan bahwa Hannan baru mulai mendapatkan ritme permainan ketika pertandingan sudah hampir selesai. Kondisi tersebut tentu menyulitkan seorang pelatih klub untuk mengukur perkembangan seorang pemain secara objektif.
Jordi Amat dan Nadeo Argawinata Tidak Bermain
Persoalan yang lebih jelas terlihat pada Jordi Amat dan Nadeo Argawinata.
Keduanya bahkan tidak mendapatkan kesempatan tampil dalam pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026. Artinya, Shin Tae-yong tidak memiliki referensi pertandingan yang cukup untuk mengevaluasi performa mereka selama turnamen.
Bagi seorang pelatih klub, kondisi tersebut tentu menjadi tantangan.
Ketika pemain kembali dari tugas internasional, pelatih biasanya ingin melihat apakah pemain tersebut mengalami perkembangan dari sisi teknik, fisik, mental, maupun pengalaman bertanding.
Namun, apabila pemain tidak mendapatkan menit bermain, evaluasi tersebut menjadi jauh lebih terbatas.
Hal serupa juga menjadi alasan mengapa Shin Tae-yong tidak ingin buru-buru memberikan penilaian terhadap kelima pemain Persija tersebut.
Apalagi, FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki atmosfer kompetisi yang berbeda dengan pertandingan klub. Persaingan antarpemain di Timnas Indonesia juga sangat ketat sehingga tidak semua pemain bisa mendapatkan kesempatan bermain sejak awal.
Rizky Ridho Jadi Pengecualian
Dari lima pemain Persija, Rizky Ridho menjadi nama yang paling memungkinkan untuk dievaluasi karena mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak.
Bek yang juga menjadi salah satu pemain penting Persija tersebut tampil ketika Indonesia menghadapi Bangladesh.
Tidak hanya bermain, Ridho juga berhasil mencetak gol dalam kemenangan besar 9-2 tersebut.
Namun, tetap saja jumlah penampilannya belum cukup untuk memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai performanya sepanjang turnamen.
Apalagi, keberhasilan Indonesia menjadi juara tidak hanya ditentukan oleh satu atau dua pemain. John Herdman melakukan rotasi dan memilih pemain berdasarkan kebutuhan pertandingan.
Karena itu, minimnya menit bermain sejumlah pemain Persija tidak serta-merta berarti mereka tampil buruk.
Sebaliknya, kondisi tersebut lebih menggambarkan ketatnya persaingan untuk masuk ke starting XI Timnas Indonesia.
Euforia Juara Harus Segera Berakhir
Selain memberikan ucapan selamat, Shin Tae-yong juga memiliki pesan penting kepada lima pemain Persija tersebut.
Menurutnya, keberhasilan menjadi juara bersama Timnas Indonesia harus diapresiasi. Namun, para pemain tidak boleh terlalu lama larut dalam euforia.
Shin meminta anak asuhnya segera mengalihkan perhatian kepada tugas bersama Persija Jakarta.
“Saya memberi selamat, tetapi euforia juara tersebut harus selesai sampai di sini saja,” ujar Shin Tae-yong.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa sang pelatih ingin para pemain kembali memiliki fokus penuh terhadap klub.
Persija masih mempunyai agenda panjang di BRI Super League 2026/2027. Setelah periode FIFA ASEAN Cup berakhir, para pemain harus kembali bekerja untuk mempertahankan performa klub.
Bagi Shin Tae-yong, status sebagai juara bersama Timnas Indonesia tidak boleh membuat pemain kehilangan konsentrasi.
“Sekarang kita harus mempersiapkan diri dengan baik untuk kompetisi BRI Super League,” tegasnya.
Tantangan Baru Menanti Persija
Kembalinya lima pemain dari Timnas Indonesia menjadi tambahan kekuatan penting bagi Persija.
Macan Kemayoran sendiri mengawali BRI Super League 2026/2027 dengan catatan positif. Persija meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan awal dan belum kehilangan poin.
Kondisi tersebut membuat persaingan di level klub kembali menjadi perhatian.
Shin Tae-yong tentu berharap pengalaman para pemainnya selama memperkuat Timnas Indonesia dapat memberikan dampak positif bagi Persija. Pengalaman menjadi bagian dari tim yang memenangkan trofi internasional bisa menjadi modal berharga, terutama dari sisi mental dan kepercayaan diri.
Namun, sang pelatih juga harus memastikan para pemain tidak mengalami penurunan konsentrasi setelah melewati perayaan juara.
Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada lanjutan BRI Super League di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu, 10 Oktober 2026. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain Macan Kemayoran untuk kembali menunjukkan performa terbaik mereka di level klub.
Trofi Timnas Jadi Modal, Bukan Alasan untuk Berpuas Diri
Keberhasilan lima pemain Persija menjadi bagian dari sejarah Timnas Indonesia tentu merupakan pencapaian yang patut diapresiasi.
Indonesia berhasil mengakhiri penantian panjang untuk meraih trofi di level senior dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Kemenangan atas Thailand melalui drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi penutup sempurna perjalanan Garuda di turnamen tersebut.
Bagi Rizky Ridho, Rayhan Hannan, Shayne Pattynama, Jordi Amat, dan Nadeo Argawinata, pengalaman tersebut tentu menjadi bagian penting dalam perjalanan karier mereka.
Namun, bagi Shin Tae-yong, pekerjaan belum selesai.
Justru setelah kembali ke Persija, kelima pemain tersebut harus kembali membuktikan kualitasnya di level klub. Apalagi, persaingan internal Persija dipastikan semakin ketat seiring target Macan Kemayoran di BRI Super League.
Pesan Shin Tae-yong pun cukup jelas: trofi bersama Timnas Indonesia boleh dirayakan, tetapi setelah itu para pemain harus kembali bekerja.
Bagi kelima pemain Persija, gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 bukanlah garis akhir. Trofi tersebut justru bisa menjadi motivasi untuk tampil lebih baik dan mendapatkan kepercayaan lebih besar, baik bersama Persija maupun Timnas Indonesia pada agenda-agenda berikutnya.




